Selasa, 29 Mei 2012

Cloud compunting (Komputasi Awan)



Untuk kalangan teknologi cloud computing memang sedang hangat dibicarakan. Karena dengan adanya cloud computing akan mengubah pandangan perusahaan ataupun organisasi IT dalam memandang investasi teknologi komunikasi informasi. Yang tadinya investasi untuk modal kapital berubah menjadi biaya operasional dengan besaran yang lebih efisien akibat adanya cloud computing, dan ini membuat para pengguna (user) bebas berkreasi dan tidak perlu menyediakan infrastruktur (data senter, processing power, storange, sampaike aplikasi dekstop) untuk dapat memiliki sebuah sistem, karena semuanya telah disediakan secara virtual. Sebelum kita mengenal lebih jauh mengenai cloud komputing, kita akan menjelaskan tentang sejarah perkembangan cloud computing terlebih dahulu.
·        Sejarah perkembangan cloud computing
Cloud computing adalah hasil dari evolusi bertahap dimana sebelum terjadi fenomena grid computing, virtualisasi, application service provision (ASP) dan software as a service (SaaS). Konsep penyatuan komputing resources melalui jaringan global sendiri dimulai pada tahun enam puluhan. Saat itu muncul “Intergalactic computer network” oleh J.K.R. Licklider, yang bertanggung jawab atas atas pembangunan ARPANET (Advanced Research Pojects Agency Network) di tahun 1969. Beliau memiliki sebuah cita-cita dimana setiap manusia didunia ini dapat terhubung dan bisa mengakses program dan data dari situs manapun, di manapun. Menurut Margaret Lewis, Direktur Marketing Produk AMD. “cita-cita itu terdengar mirip dengan apa yang kini kita disebut dengan Cloud computing” para pakar komputasi lainnya juga juga memberikan penambahan terhadap konsep ini, di antaranya John McCarthy yang menawarkan ide mengenai jaringan komputasi yang akan menjadi infrastruktur publik, sama seperti the service bureaus yang sudah ada sejak tahun enam puluhan.
Semenjak tahun enam puluhan, cloud computing telah berkembang berdampingan dengan perkembangan Internet dan Web. Namun karena terjadi perubahan teknologi bandwidth yang cukup besar pada tahun 1990-an, maka Internet lebih dulu berkembang dibanding cloud computing.  Dan kini teryata terlihat bahwa pendorong utama cloud computing adalah karena adanya revolusi Internet. Salah satu batu loncatan yang cukup drastis adalah dengan adanya Salesforce.com di tahun 1999, yang merupakan pencetus pertama aplikasi perusahaan dijalankan melalui Internet. Perkembangan berikutnya adalah adanya Amazon Web Services di tahun 2006, di mana  dengan teknologi Elastic Compute Cloud (EC2), terdapat situs layanan web yang di komersialkan yang memungkinkan perusahaan kecil dan individu untuk menyewa komputer atau server, agar dapat menjalankan aplikasi komputer mereka.
Batu lompatan besar lainnya datang di tahun 2009 dengan Web 2.0 mencapai puncaknya. Google dan lainnya memulai untuk menawarkan aplikasi browser-based untuk perusahaan besar, seperti Google Apps. “Kontribusi yang paling penting dari komputasi cloud adalah munculnya “killer apps” dari penguasa teknologi seperti Microsoft dan Google. Ketika perusahaan tersebut mengirimkan layanan dalam bentuk yang mudah untuk di konsumsi, efek penerimaannya menjadi sangat luas”, menurut Dan Germain, Chief Technology IT provider Cobweb Solution. “Faktor utama lainnya yang mempengaruhi berkembangnya komputasi cloud antara lain matangnya teknologi visual, perkembangan universal banwidth berkecepatan tinggi, dan perangkat lunak universal”, menurut Jamie Turner sang pelopor komputasi cloud.  Turner menambahkan, “cloud computing sudah menyebar luas hingga kepada para pengguna Google Doc. Kita hanya dapat membayangkan betapa besarnya ruang lingkup yang sudah di capai. Apa saja dapat di lakukan dan dikirimkan melalui cloud”.
·        Definisi dan pengertian Cloud computing
Komputasi awan (cloud computing; cloud) adalah sebuah bentuk layanan yang membuka peluang untuk dapat hadir dimanapun, memberikan kenyamanan, akses jaringan sesuai permintaan (on-demand) ke lokasi sumber daya komputasi terkonfigurasi (misalnya, jaringan, server, penyimpanan, aplikasi, dan layanan), yang dapat dengan cepat dijalankan dan diluncurkan, dengan upaya pengelolaan minimal atau dengan menggunakan penyedia jasa layanan.
Pada cloud computing, penyimpanan data hanya dilakukan pada server utama, sehingga pengguna hanya dapat mengaksesnya tanpa harus mengetahui infrastruktur pembuatan aplikasinya. Hanya perlu interface software saja untuk mengakses server. Interface ini pada umumnya merupakan web browser yang tersedia dengan banyak pilihan dan tidak berbayar.
·        Karakteristik utama dari cloud computing
Cloud computing memiliki lima karakteristik utama yaitu:
a.     On-demand self-service. Kemampuan tersebut menjadikan konsumen dapat menentukan sendiri kemampuan komputasi yang diinginkan, seperti waktu penggunaan server dan penyimpanan pada jaringan, tanpa harus berinteraksi langsung (antar manusia) dengan pemberi jasa layanan.
b.     Broad network access. Kemampuan tersebut tersedia pada jaringan dan diakses melalui mekanisme standar yang dapat digunakan dengan semua jenis platform klien, thin or thick  (misalnya, ponsel, tablet, laptop, maupun workstation)
c.      Resource pooling. Sumber daya komputasi dari penyedia layanan terkumpul untuk melayani banyak konsumen, menggunakan model multi-tenant, dengan sumber daya yang berbeda-beda, baik fisik maupun virtual, yang secara dinamis dapat dijalankan dan dipindahkan sesuai dengan permintaan konsumen. Ada nuansa kemandirian lokasi yang umumnya tidak dialami pelanggan, yang biasanya tidak dapat mengetahui atau dapat mengendalikan lokasi, secara tepat, dari sumber daya daya yang disediakan, namun mungkin dapat menentukan lokasi pada tingkat abstraksi yang lebih tinggi (misalnya, negara, negara, atau datacenter).
d.     Rapid elasticity. Kemampuan dapat secara elastis ditentukan dan diluncurkan, dalam beberapa kasus secara otomatis, pada skala yang cepat berkembang, naik maupun turun, sepadan dengan permintaan. Untuk konsumen, kemampuan yang tersedia untuk provisioning menjadi tidak terbatas dan dapat disesuaikan dalam secara kuantitas setiap saat.
e.      Measured service. Sistem cloud secara otomatis mengontrol dan mengoptimalisasi penggunaan sumber daya, memanfaatkan kemampuan pengukuran (biasanya secara pay-per-use atau charge-per-use)  pada tiap tingkat abstraksi yang sesuai dengan jenis layanan (misalnya: penyimpanan, pemrosesan, bandwidth, dan akun pengguna aktif). Penggunaan sumber daya dapat dipantau, dikendalikan dan dilaporkan, menciptakan keterbukaan kepada baik penyedia jasa maupun pengguna pada layanan yang dilakukan.

·        Kelebihan dan kekurangan didalam penggunaan Cloud computing
Kelebihan dari cloud computing
a.     Kemudahan akses, untuk mengerjakan tugas kita tidak harus berada pada satu komputer yang sama. Dengan cloud komputing kita juga bisa mendapatkan aplikasi yang kita tidak ada pada komputer kita. Kemudahan akses merupakan hal yang paling menonjol dari cloud computing.
b.     Fleksibilitas, dengan adanya cloud computing kita tidak perlu menyimpan data kita pada flashdisk, kita cukup melakukan penyimpanan data pada suatu media penyimpanan dan mengkoneksikannya dengan internet. Dan kita juga dapat membuka file-file kita dimanapun kita berada asalkan tersedianya koneksi internet.
c.      Penghematan, dengan adanya cloud computing akan memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya perawatan dan pengadaan infrastruktur komputer yang memerlukan biaya yang cukup besar, dengan demikian staf IT yang diperlukan pada perusahaan tersebut tidak terlalu banyak. Penghematan juga merupakan kelebihan lain dari komputasi awan, khususnya bagi perusahaan-perusahaan besar.
Kekurangan dari cloud computing
a.     Hal yang paling penting didalam penggunaan cloud computing adalah internet. Dan jika tidak ada koneksi internet ditempat kita berada maka kita tidak bisa menggunakan cloud computing. Dan ini merupakan hambatan khusus didalam penggunaan komputasi awan, apalagi wilayah indonesia yang belum semua wilayahnya terjangkau oleh akses internet. Karena internet bisa dikatakan jalan satu-satunya menuju komputasi awan.
b.     Kerahasiaan dan keamanan adalah salah satu hal yang paling diragukan pada komputasi awan. Karena dengan menggunakan sistem komputasi awan berarti kita mempercayakan sepenuhnya atas keamanan dan kerahasiaan data-data kepada perusahaan penyedia server komputasi awan.
c.      Yang menjadi pertimbangan dari penggunaan komputasi awan adalah kualitas server komputasi awan. Bukan tidak mungkin kita akan dirugikan ketika server tempat dimana kita menyimpan file atau akses program sewaktu-waktu akan down atau berfenomena buruk, alih-alih kita semakin dimudahkan dengan komputasi awan justru kita malah dirugikan karena kualitas server yang buruk.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar